Dear moms! Kali ini saya ingin berbagi pengalaman saya tentang lasik yang telah saya lakukan kurang lebih 7 bulan yang lalu. Well, ini FAQ teman-teman dan kerabat di sekitar saya tentang lasik: Q: Kenapa kamu LASIK? A: Well, minus -6.5 cyl -.125 on both eyes! Sudah sangat tergantung pada alat bantu baik kacamata maupun softlenses, For them who have same condition with me must be agree that we could never really start the day without glasses or contacts! This was inconvenience, and I want that normal life. Saya ingin begitu bangun pagi membuka mata bisa melihat sekeliling, atau ketika terbangun tengah malam ingin ke toilet tidak repot mencari kacamata, atau ketika harus menghadiri acara yang mengharuskan menggunakan softlens sampai malam tidak repot-repot popping out from eyes because sometimes it hurts too. Q: Gak takut diLASIK? A: Based on my research, Lasik pertamakali dilakukan sekitar tahun 1991 di US, ketika itu lasik masih menggunakan mikrokeratome blades, saya menemukan banyak success stories more than regrets, kemudian pada tahun 1997 excimer lasik mulai digunakan sebagai metode bladeless lasik, dan semakin banyak orang melakukan lasik setelah FDA meng-approve metode bladeless lasik atau lebih dikenal sebagai femtosecond lasik pada tahun 2001, semakin banyak happy patients setelahnya. So why I should not to be dare? Millions patients had lasik done, and they’re happy. Q: Gak ada efek sampingnya? A: Yes, every surgery has its own risk, either LASIK. I read the most common side effects are dry eyes, sensitive to lights, halos, starbursts, and glares. Bahkan ada pasien yang mengatakan dirinya sangat tergantung pada articial tears hingga 3 sampai 6 bulan. But fortunately I did not experience most of them. Yes I got mild dry eyes at the first 3 days, and I’m not noticing it right now. WOW! Halos? Apaan Halo?? Untuk jelasnya bisa lihat di gambar dibawah ya moms

(Source: Reddit.com)

Pengalaman saya setelah lasik: Yup, I got mild halos, tapi tidak sebesar di gambar ya moms pendar cahayanya, hanya sedikit di sekitar sumber cahaya, dan itu bisa diabaikan. Starburts kadang-kadang, tapi tidak sesering ketika saya masih menggunakan kacamata. Mengapa bisa berbeda efeknya pada setiap orang? Banyak faktor ya moms,kalau menurut beberapa site yang saya baca bisa karena Higher Order Abberations yang terjadi pada saat flap dibuat maupun pada saat kornea dilaser, Ada juga yang menyatakan karena lebar pupilnya, namun sampai saat ini masih jadi perdebatan. Temuan ini mungkin menjadi urgensi para industri excimer laser untuk melakukan improvisasi fitur seperti:
  • teknologi Costumvue pada mesin VISX yang membuat kornea setiap orang sepersonal mungkin seperti sidik jari, iris registration

Source: medgadget.com

  • teknologi 7D pada mesin Schwind Amaris dan eye tracker sistem pada MEL 80 yang mendeteksi pergerakan bola mata pada saat pembentukan kornea, atau
  • yang paling santer saat ini se-antero Quora adalah Contoura Vision dari Alcon yang menggunakan tophography guided tech yang diklaim lebih personalized untuk pembentukan kornea.

Source: personaleyes.com.au

*Disclaimer: ini sekilas info yang mengesankan bagi saya, bukan berarti saya paham secara detil tentang teknologi lasik. Hmm, Detilnya mungkin bisa dibicarakan dengan dokter spesialis mata yang akan menangani operasi LASIK kita, btw tidak semua dokter komunikatif ya moms, jadi buat moms yang berminat untuk melakukan operasi LASIK sebaiknya mencari referensi sebanyak-banyaknya tentang dokter, alat, rumah sakit/klinik yang akan dipilih, karena sebenarnya LASIK ini masih dikategorikan elective surgery oleh FDA, dan bedah kosmetik oleh BPJS, jadi asuransi manapun sampai saat ini belum mengcover tindakan bedah LASIK. Q: Ok, Apa saja syaratnya? A: Mostly seperti ini:
  • 18 th ke atas, tapi sebaiknya 21 th ke atas, alasannya pasti sudah tahu kan kenapa?
  • Secara anatomis, kedua mata dalam keadaan sehat, misal: tidak keratoconus
  • Memiliki ketebalan kornea yang cukup
  • Tidak memiliki penyakit mata lain seperti glaukoma
  • Tidak sedang hamil atau menyusui
  • Ukuran minus pada kacamata yang digunakan stabil dalam kurun sedikitnya satu tahun
  • Tidak mengalami kelainan autoimun
Nah jika persyaratan di atas sudah dipenuhi, maka bisa dilakukan screening lasik. FYI, saya melakukan LASIK di Rumah Sakit Mata Bali Mandara as it is the only LASIK provider in my town, dan kebetulan baru memulai prosedur LASIK pada awal tahun 2018 and about 200 patients had undergone the procedure using Visumax and MEL 90 which is not approved by FDA yet ^_^, but I found many hospitals abroad have been using it for the latest method, ReLEx SmILE. Kira-kira gambaran mesinnya seperti ini

Source: zeiss.com

  Jadi walaupun saya terkesan dengan hasil yang diklaim oleh Contoura Vision, saya tetap melakukan prosedur LASIK yang biasa-biasa aja aka femtosecond lasik hahaha, which i didn’t know whether it was using wave-front guided or optimized or even topography guided? Yang ini jangan ditiru ya moms, karena alasan:
  • Tidak perlu keluar kota, tidak perlu biaya tambahan pesawat dan akomodasi
  • Tidak perlu ijin atau cuti tambahan untuk kontrol post op
  • Milik RS Pemerintah, alhasil biaya tindakan lebih murah daripada klinik swasta di Jakarta
  Ok, Let me tell the stories… Kamis, 5 Juli 2018 I decided to go to RS Mata Bali Mandara by myself, riding motorcycle, dan langsung minta sama petugas untuk screening LASIK. I refused to be informed about the requirements and fees karena saya sudah membaca dari website sebelumnya. Staf di bagian informasi segera membantu saya untuk menghubungi LASIK CENTRE di lantai 3 dan saya diminta untuk mengisi form registrasi, dan ke kasir setelahnya, and the disaster was… Tidak ada mesin gesek! Semua transaksi dilakukan secara cash, bahkan untuk tindakan LASIK yang puluhan juta itu dibayar cash. No ATM around the hospital pula, Then I had to ride away from hospital to find ATM. Ok skip. Urusan bayar membayar kelar. Back to Lasik Center, saya melalui beberapa tahap pemeriksaan seperti snellen chart, foto kornea yang meminta mata kita ngikutin titik-titik sinar dalam ruang gelap. Tes tekanan bola mata which is uncomfortable, mata kita seperti ditiup dan bikin sedikit kaget 😁. Selanjutnya tes ketebalan kornea, ditetesin semacam local anestesi sebelumnya, trus ditotol pake alat semacam pen yang langsung bisa mendeteksi ketebalan kornea. Saat itu ketebalan kornea saya sekitar 700 mikron, allowed untuk menjalani prosedur lasik. Setelah semua tahap pemeriksaan dilakukan, hasil tes dibaca oleh dokter. Kemudian dokter memeriksa ulang kondisi mata dan menentukan jadwal operasi lasik. Ok fix, boleh pulang. Oh this part was nightmare. My eyes had already dropped by pilocarpine that made my eyes sensitive to lights. I felt totally blur right after the cornea thickness test yet I have to drive motorcycle by myself to get home. Ok, dengan kecepatan 20-30km/jam akhirnya sampe rumah dengan selamat 😂. Setelah sampe rumah buru-buru call my husband yang sedang tugas ke luar kota untuk menentukan tanggal. Deal on July 10, 2018 9 am. I was the first patient of Lasik procedure. Pre op test was conducted to make sure that everything were ok. Setelah pake baju operasi dan cap, the nurse guide me in to the operation table. I couldnt see clearly since i had to put my glass off at the observation room. I was asked to lay down on the visumax’s bed. The opthalmologist start setting up the machine, and the nurse covered my left eye with sterile gauze. Before the procedure being started, i hear the nurse read the medical record loudly and reviewed the detail condition of my both eyes. Selanjutnya, prosedurnya sama persis dengan penjelasan yang banyak beredar di youtube. Prinsipnya untuk metode femtolasik ini, masing-masing mata akan dibuatkan flap dengan laser. Sama sekali tidak sakit, hanya tidak nyaman karena diganjel. Hahaha. Setelah dibuat flap, bed kita diputar untuk pindah ke mesin yang me-reshaping bentuk kornea kita. Disini saya merasa panik karena setelah melihat pertunjukan laser tiba-tiba gelap gulita. Oh My God! Walaupun hanya beberapa detik tiap mata tetap saja rasanya menegangkan 😂. Ok done. Keluar ruang operasi masih super blur, mungkin efek dari numbing drop, perih, silau, keluar air mata terus jadi pengen merem terus 😅 On the next day, periksa follow up. Yeay, akhirnya my vision can read 20/20! Walaupun di mesin masih terlihat sisa -0.25 tapi itu gak ada apa-apanya dibanding sebelum lasik. And yes, this is the best decision i’ve ever made. And the money spent was tottally worth it!